Untuk Kekasihnya


Tak terasa sekian tahun berlalu tanpa hadirmu dan tak terasa pula hati ini semakin terbiasa sendiri, hampir setiap malam aku membayangkan wajahmu dan detik itupun selalu kupinta kepada tuhan untuk kau kembali kedalam dekapanku.
Sesungguhnya hati ini meronta namun ruang dan waktu dalam sendu ini memaksaku untuk tetap hanya berdoa dan memandangimu dari kejauhan, semakin kau kupandang namun tak kupegang jemarimu semakin terkuliti rasanya hati ini.
Bodohnya aku yang dulu meninggalkanmu untuk sosok lain yang ternyata hanya euforia semata, kusesali semua, kuingin engkau kembali, kuingin engkau yang kucintai sampai kuingin engkau yang terakhir menemaniku menghela nafas terakhir didunia ini.
Jika aku tak pantas bersanding denganmu, jika aku tak baik untukmu dan jika aku bukan jodohmu, percayalah sampai detik ini hanya engkau kekasih yang kucintai, Jika terlalu berharapku untuk memilikimu kembali seumur hidupku, satu pintaku biarkan aku tetap mencintaimu seumur hidupku.

Advertisements

Engkau Dan Aku Yang Tak Tahu Diri


Perlahan tertatih melepas parasmu
Sendu pilu luka hati menderu dalam diri
Sejenak terlupakan parasmu dengan basuhan luka
Namun sekejap kembali kau hadir dalam bias-bias imajiku

Kuingat saat engkau memelukku saat aku hampir tak tahu apa arti hidup ini
Kuingat saat engkau menghanyutkanku dalam binar kebahagiaan
Kuingat saat engkau menidurkanku kala mimpi buruk tentang dunia bernaung
Kuingat saat engkau menghunus ketakutanku menghadapi dunia ini

Engkau yang begitu indah dan aku yang begitu manusia
Engkau yang memberiku cinta dan aku yang tak tau diri
Andai bisa kutebus cintamu kembali untukku
Satu kedipan matapun aku tak akan pernah melepaskanmu

Untuk engkau viana
Engkau adalah cinta yang tulus
Engkau berlian digurun emas
Engkau mentari dimendung pagi

 

BILA SEMUA . . . . ? ! ¿


Dengan apa akan aku gambarkan suasana yang meruang sudut – sudut sempit jiwa ? apakah harus aku sapukan kuas dari warna bias pelangi, agar sedikit terlihat indah dan tidak terkesan gambaran rasa yang jemu. Atau akan aku berikan warna yang apa adanya, biar terlihat natural dan alami walau hasilnya penuh dengan tabiat amarah. Bahkan mungkin tidak aku warnai sama sekali, biar tetap kosong berhenti pada titik terakhir pelabuhan rasa.

Istana pasir yang sempat roboh berulang kali. Dengan susah dan perih meraja ku usaha bangun dan menata ulang kembali. Dan roboh untuk ke sekian kalinya lagi. Entah mengapa ? tak sempat terfikir akal sehatku pada ahirnya engkau kemabli lagi untuk meruntuhkanya. Kepercayaan yang menjadi pondasi istana pasirku, harapan menjadi lebih baik yang menjadi dinding istana pasriku, dan impian tentang sebuah perubahan yang menjadi atap istana pasirku. Olehmu sendiri itu semua sirna tak berarti.

Apa sebenarnya arti dari sebuah komitmen atas pengakuan sebuah janji ? apa arti sesungguhnya dari janji untuk tidak mengulang salah yang sama berulang – ulang ? dan apa arti maaf yang seribu kali terucap saat berbuat seribu kesalahan ? apakah itu hanya sekedar kiasan atau metafora kata – kata saja, atau itu sebatas ungkapan teoritis belaka, bahkan apakah itu tak lebih dari karangan fiktif seperti karya sastra.

Semestinya engkau tahu mana jalan yang memang itu benar dan baik untuk engkau lalui, sebuah jalan yang tidak menyebab rasa ingin beranjak pergi. Seharusnya kejadian yang telah lalu dapat memberikan pelajaran penting dan berharga. Dan selayaknya semua kesalahan yang pernah dilakukan dapat menjadi kesadaran untuk tidak lagi mengulangnya.

Pernah aku bicara waktu itu tentang persoalan yang menyebab aku tak nyaman, siksa batin yang merayapi. Kemudian tentang jenuh yang sempat membuat aku benar – benar ingin pergi saja. Kubicarakan semua itu . Harapan agar ada jalan keluar dan solusi. Namun engkau tetap saja ….!!!! Hingga aku berusaha untuk melupa lupa tentang itu semua dan ku coba menata ulang kembali rasa yang berserakan. Dan sekarang …. Engkau berikan aku lagi…???????

Mungkin kata – kataku sudah kian tak berarti untuk kau ikuti, perasaan yang aku tata berulang kembali tak dapat engkau hargai. Imbalan rasa nyeri hati yang aku terima. Amarah dan rasa enggan yang timbul kuat menguasai.

Sekarang semuanya terserah padamu …..!!!!! akan aku coba untuk diam dan tak lagi mengingatkan sesui inginmu….

Lalu jika nanti aku lebih memlih untuk diam dan berhenti pada sebuah titik akhir. Maka jangan kau pinta aku lagi untuk kembali menata pecahan – pecahan rasa yang berserakan. Biarkan aku sendiri ….. !!!!!!

zzzzzzzzzz….????


Iseng ja …
mmmm…???

lagi males, suntuk atau bosen juga boleh. Pengen nulis tapi maunya hayal melulu, sendirian ja . Mungkin dudu2kan depan kost, sambil ngopi atau bisa juga sambil tiduran .

ach … pokoknya suntuk….suntuk….suntuk….
mau apa ya ??? wa juga bingung, tak tahu lah pokoknya mau ngapain . Mau tidur juga dah bosen , malah ampe kebablasan gak ikut ujian mid semester gara2 asyik ngorok pagi2.

pengen pergi ke luar kota siy..??cari udara baru, sekedar meregangkan otot2 pikiran yang tertekan oleh siklus waktu dan hidup. atau mungkin juga sekedar merebahkan penat dan lelah hari2 yang terlewati dengan “suntuk…suntuk..suntuk…”

mmmm..naek gunung ..????
bisa juga tuh kayaknya, dah kangen embun di rimba dan senja di tebing curam. Asyik kayaknya kalau ke gunung dari pada ke luar kota. Berlelap dengan kunang dan bersapa dengan ilalang basah pagi hari.

tapi..???
napa ya ..???
masih ja diriku ini seperti gak sadar terlelap mimpi semu semata . Dah tahu ini adalah kehidupan nyata, tapi napa masih juga aku merenung yang telah lalu, yang telah sakiti segala padaku. Mungkin aku bodoh kali, yang tetap tak bisa menggali dalam2 dan mengubur kenangan yang memedihkan pilu hati. Masih aja aku sering mengenangnya ketika mau tidur , sendiri, bahkan ketika lagi kesepian. Bahkan masih sering ia sapa aku ketika tidur, itu juga yang membuat aku malas bangun tidur.

Mungkin ada nggak ya seoranga wanita yang akan sadarkan aku ini, yang bisa buwat masa lalu itu karam sedalam samudra. Dan mungkin aku akan hilang “kesuntukan” atau juga dah gak “kesepian”… tapi kapan ya??tuhan akan kirimkan kado istimewa itu untukku … kapan ya takdirku akan berujung dengan bahagia dan senyuman …. bukan yang selalu berakhir dengan nestapa dan luka hati seperti sekarang ini …
semoga saja …. AMIN….

apakah semalem keraguan ataukah??????


sudah sekian waktu rasa ini terkandung dalam ruhku
layaknya tersatu bersama setiap denyut nadi
hingga disetiap pijak kaki diserta bayang dan ingatan
dan ketika tak sedang bersama raga disisi….
aku jaga sepenuhnya untuk keindahan rasa ini
agar tak kian memudar dari “jiwa lelaki biasa” yang tak kekal ini

namun…..!
tak aku tahu sungguh “apakah ucapmu semalem sebentuk keraguan”
ataukah “semacam kekhawatiran jika kelak akan sirna rasa ini”
lantas tiba tiba kau ucap “bukti atas rasa ini”
bukti tentang cinta yang telah aku tinggikan atas segala
bukankah keyakinan ini yang menjadikan “aku semakin mencintai”
bahkan aku coba “selalu bertahan” ketika uji dan coba mulai menggoyah kala itu
itu karena “sayang” dan “cinta” akan ada untuk engkau

justru kadang aku fikir “akankah engkau akan tetap jaga cinta ini”
walau tak kau berada di sampingku ….
tetap kau akan jaga dari campur tangan orang lain
dan tak kan aku rela jika “engkau akan terbujuk rayu” oleh orang yang sok itu….
sok ngatur…. sok ngelarang … sok sayang … sok menjadi yang paling bisa mengarahkanmu…
aku nggak suka, benci bisa di bilang itu lebih tepatnya….
sakit dan perih bahkan jika kau terbawa arus ucapnya….
karena aku ingin sepenuhnya segalanya hanya kita berdua
yang saling menyayang, mengerti dan memahami…
bukan orang lain….
bukan karena orang lain atau untuk orang lain….
apa lagi dia….!!!!!

sayank…
percayalah cinta ini ada untukmu….
tercipta untuk saling kita jaga …
seiring dengan waktu dan masa yang takk kian usai ….
semoga kita saling terkuatkan oleh cinta ini….
semoga kita akan saling melengkapi dan mengerti….

sayank….
aku cinta kamu….
percayalah…!!!

dilarang copy paste bung...!!!