Apa sih..!


apa sih

:Ali Zaenal Albar

hmmm…
ku hela nafas, ragu
ku buka pintu yang lama tak ku ketuk
ruang lawas lengkap dengan prabot lapuk
wewangian menyan romantisme yang masih tersuak

satu-dua kali langkah ku beranikan diri memasukinya
aura mencekam, smakin mencekik dengan bayang-bayang slaksa masa lalu

hmmm…
ku hela nafas panjang…
ku pejamkan mata.
sisihkan tembok besar idealisme
sejenak beri kesempatan harmoni hati bersenandung
mungkin ini akan lebih bersahabat

hmh…
ku hela nafas lagi, panjang…
ku buka mata.
PERLAHAN …
LIHATLAH…!
ruangan ini nampak lebih indah, teramat indah malah
sembarang tempat mawar putih menghias indah,
semakin indah dengan sejuta klopaknya yang menyambut lembut setapak peragu ini

hmmm…
ku hela nafas lagi, panjang, kali ini lebih panjang…
panjangggggggg banget…
betapa indah dan kagetnya aku.. WHOUUUU!!
ups…
“sejak kapan ranjang di ruangan ini bertambah lebar”
ini ranjang cukup, bahkan memang teruntuk 2 orang yang damai

huh…
kali ini ku biarkan jiwaku melayang entah kemana
ragu, kaget, shok, takut, risau, malu,
ENTAHLAH…
RANJANG ITU BENAR2 MENGAHANTUIKU

HEY…!
lihatlah selaksa paras anggunnya baru-baru ini seolah berpendar..
terang, terang banget, amat-teramat terang malah…
sdikit terangi senyum ini
tapi itu lebih dari cukup untuk tenggelamkan segala keindahan

HYAH…
setapak indah menuju persada damai
sedamai perangainya
KOMPLIT dengan kopi dari surga

Jepara, 18 Januari 2012

Advertisements

Sepi, Sunyi, Sendiri


sepoi sendiri

: Ali Zaenal Albar

Sepi…
gemerlap ibu kota pernah begitu gempita
namun, sedikit pun tk mampu mengetuk pintu hati
dengan keheningan malam, dusun yang terselimuti kabut pun;
terkadang justru mampu meramaikan pelataran sukma
demi melihat karnaval bayang-banyang nya…

Sunyi…
jalan depan rumah tk pernah sunyi,
hilir-mudik ratusan kendaraan mengantarkan bermacam keperluan
sirine, klakson, knalpot…
tau entahlah..?
namun hati ni terkadang masih terasa sunyi
aku putuskan untuk terdiam dalam ruang kedap,
perlahan namun pasti anganku mulai merangkai wujud indahnya
teriring syahdu irama akustik angin malam

Sendiri
di rumah bgtu ramai
meski itu hanya ibu, kakak, dan adek
selebihnya…? ENTAHLAH… ?
itu sudah cukup alasan kalo ku tak sendiri…
namun hati ni bgtu asing,
terasa mereka bahkan dunia pun seakan sirna tertelan kesendirianku
duduk termangu beratapkan langin
ditemani seutas kesendirian
sempurna tk ada lgi lawan bicara…
diam-diam satu-dua dialog mulai terurai
hatiku bgitu riuh saat ku berbicara tentangnya
akal pun bersorak-ramai sahuti puja-puji tentang nya

Saripan, 14 Sept 2011