Sepi, Sunyi, Sendiri


sepoi sendiri

: Ali Zaenal Albar

Sepi…
gemerlap ibu kota pernah begitu gempita
namun, sedikit pun tk mampu mengetuk pintu hati
dengan keheningan malam, dusun yang terselimuti kabut pun;
terkadang justru mampu meramaikan pelataran sukma
demi melihat karnaval bayang-banyang nya…

Sunyi…
jalan depan rumah tk pernah sunyi,
hilir-mudik ratusan kendaraan mengantarkan bermacam keperluan
sirine, klakson, knalpot…
tau entahlah..?
namun hati ni terkadang masih terasa sunyi
aku putuskan untuk terdiam dalam ruang kedap,
perlahan namun pasti anganku mulai merangkai wujud indahnya
teriring syahdu irama akustik angin malam

Sendiri
di rumah bgtu ramai
meski itu hanya ibu, kakak, dan adek
selebihnya…? ENTAHLAH… ?
itu sudah cukup alasan kalo ku tak sendiri…
namun hati ni bgtu asing,
terasa mereka bahkan dunia pun seakan sirna tertelan kesendirianku
duduk termangu beratapkan langin
ditemani seutas kesendirian
sempurna tk ada lgi lawan bicara…
diam-diam satu-dua dialog mulai terurai
hatiku bgitu riuh saat ku berbicara tentangnya
akal pun bersorak-ramai sahuti puja-puji tentang nya

Saripan, 14 Sept 2011

4 thoughts on “Sepi, Sunyi, Sendiri

  1. “jalan depan rumah tk pernah sunyi,
    hilir-mudik ratusan kendaraan mengantarkan bermacam keperluan
    sirine, klakson, knalpot…
    tau entahlah..?
    namun hati ni terkadang masih terasa sunyi”
    keren…. klo boleh qt tukeran link y… linkmu da q pasang k blogq… mohon sebaliknya…. ne linkq http://seryz150588.wordpress.com…. thnx… salam hangat….

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s