Untung


untung

Bibirnya terkatup langit, kerak mengering
Matanya berpendar berkaca , itulah cara dia berbahasa
Tangan , juga kaki yang telanjang
Dekil tubuhnya kurus tulang;
Selalu saja menahan lapar,
Selalu saja bermimpi makan kenyang…
Bocah malang yang tersisihkan

Untung, begitulah nama sebutan dari teman – temanya
Sayang tak seberuntung anak gedongan,
Yang hidup berlimpah kemewahan, lupa pada Tuhan

Untung, memang dialah yang beruntung
Tumbuh waktunya dalam kearifan syukur
Belajar dan menelaah pada hidup yang sebenar benarnya
Walau tak berpredikat sarjana seperti anak kuliahan

Dengan sabarnya hati, sebagaimana bumi yang menerima
Dengan lapangnya jiwa, seperti luas biru samudra
Tak pernah putus asa, semangatnya terus berapi bara
Tak sedikitpun menyerah, selalu memperjuangkan mimpinya
Agar bisa makan kenyang…

Bangsri, 06 des 2011

3 thoughts on “Untung

  1. BANYAK TIARA YANG MULAI REDUP TERHALANG AWAN GELAP PERADABAN POSTMODERNISE
    sebongkah burlian jelas di genggam untung
    lapangnya syukur memberi rasa “bagaimana menggenggam dunia dengan benar”
    makasih, untung
    kapan q bisa berjumpa denganmu..🙂

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s