Ku terkoyak, siksa merindumu


aku terkoyak, terkulai.
siksa candu merindu;sendu
jiwa seperti terkuliti perihnya berasa

padahal…
hati telah kusam
lama tak terjamah,
bahkan kukira sudah mati

bagaimana kubisa memaksa melupa
sebab rasa kutekan, semakin kuat justru menjerat

inilah siksa dalam nikmat

9 thoughts on “Ku terkoyak, siksa merindumu

  1. Ku cuba acuhkan dirimu
    tapi aku tak mampu..
    karena kau yang terindah
    yang pernah singgah dihatiku

    Huff MANTAP banget puisinya
    huh terkesima aku membacanya..
    sungguh gubahannya bagus banget..
    Ah…semangat ya kak.. teruslah berkarya..
    ayu mendukungmu selalu.. hehehe CIAYOOO

    masih bagusan puisi ayu kok…
    ini tidak ada apa2nya dibanding puisi2 ayu….
    hehe

  2. makanya, jgn pernah membelenggu rasa… apalagi berpura-pura tak ada rasa…

    wah masalhnya isi puisi ini bukan menceritakan tentnag berpura2 tak ada rasa bozzzz/…. anda salah penafsiran..

  3. Ibarat layangan putus tali,t’ombang ambing antara perih dan rindu,antara nestapa dan bahagia!Aku juga p’nah merasakan’a

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s