Tuhan, Maafkan Aku


yang kosong
bukan berarti sunyi
sendiri bukanya memuja sepi

melukis Tuhan dalam diri
memahat hati dengan do’a

sesak dada,
sebab air mata menguras mengurai sesal

Tuhan,
biar rebah aku dalam pembaringanmu
maafkan aku

13 thoughts on “Tuhan, Maafkan Aku

  1. Rindu………
    melihat bulan membuatku tertunduk kesepian
    dan kerinduan mulai menyelubungi kesetiap peredaran darahku
    ingin”….kulihat wajah indahMu, yang selalu terbawa oleh langkahku
    hingga aku terjatuh dalam suasana lubuk hatiku, yang slalu ingin jumpa denganMu..

  2. Ketika kegelisahan menghampiri diri
    Langkah tepat adalah dengan mendekatkan diri padaNya..dekat dan lebih dekat lagi

    sepakat kk

  3. nh komentar q…………
    alngkh baik-y di dlm puisi tu mesti terkait dengan ppnglmn yg mesti q-ta rasakan tuk mengepresikan jiwa yg pnh dngn seksama…………
    mungkn nh aj komentar q……tmks jbt erat selalu.

  4. yang kosong
    bukan berarti sunyi
    sendiri bukanya memuja sepi

    melukis Tuhan dalam diri
    memahat hati dengan do’a

    sesak dada,
    sebab air mata menguras mengurai sesal

    Tuhan,
    biar rebah aku dalam pembaringanmu
    maafkan aku

  5. sya tak pernah merasa berat menjalni hidup yg kadng kala menguras emosi.sya anggap itu sbgai fitrah,sya sbgai inzani yg peka persaanya.selebihnya,sya amat bahagia menjalani stiap episode yg tuhan susun didalam hidup saya….the wisdom of jordan takupaz…slm kenal bt smuanya..gbu.

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s