Maaf, aku menjauh


bibir sudah seperti terkunci oleh langit
jangan kau tanyakan kembali
lara yang merenggang hingga sukma
hingga waktu berhenti

selebihnya aku tak lagi peduli
maka, harap terima layaknya bumi yang bijak
tak perlu meminta dengan air matamu
yang mengolam meretak kemarau

munkin kita temukan kejora masing – masing
dan kosong yang membuatmu mengerti

15 thoughts on “Maaf, aku menjauh

  1. sangat menyentuch dan mengharukan… oya boleh ikut nggopy ya.. akan saya cantumkan sumbernya juga … sebelumnya terimakasih banyak

    siapbh ndan laksanakan…..

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s