Engganku


apakah enggan mencabik dusta bibir
yang masih bisa dan biasa
merayu cumbu bunga asmara
memuja dan puji setara tinggi sehingga tujuh lapis

atau juga entah
bosan terhambur jenuh setiap lengah waktu
kosong pikiran tak menempat hati yang bercampur

rasa pada awalnya manis memabukkan seperti secawan anggur
tapi tak jelas kini ?
kurasa telah kusam, menyudutkan jiwa yang harap
agar dimengerti
tak sekedar dicintai

apakah enggan kini ?
atau jenuh yang membunuh

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s