Batas langkah kita


badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala

debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
di kolong jembatan hati malamku bersemayam
aku ini hanya pengemis nasib
peminta minta takdir bermuka garang

baju compang camping dan balutan sutra
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
itu nyata, benar adanya…
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
telah jelas tokoh tergambarkan alur
juga aturan mainya…

aku ini ilalang liar
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
hingga matipun aku tetap liar
termakan serangga-serangga kurang ajar

tapi kau adalah awan cakrawala
megah teratas pandangan mempesona
disusunan beratap-atap langit
hingga nantipun kau tetap megah…

kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut menenggelamkan
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai
hanya bisa dipandang, tak dimiliki

tak kusangka salah jika hati telah bercermin
mata telah tersayup
langkah telah terkubur

cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati
kelak pasti kau akan tahu itu?

Akhirnya…
aku hanya bisa bilang padamu;
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang lain kan kau raih
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu

karena…
aku ini hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
dan kau harus tetap teruskan jalanmu

pendrikan kidul, 22 juli 2008, semarang

dilarang copy paste bung...!!!

3 thoughts on “Batas langkah kita

  1. Bila hadirku selama ini telah berikan kedukaan, kerisauan dan kesusahan dalam hidupmu, aku minta maaf..
    kau memintaku untuk tidak terlalu memikirkannya, tapi aku tak bisa, karena yang sedang terjadi bukan hal yang biasa terjadi..

    Kau terlalu berlebihan telah membandingkan segala perbedaan di antara kita. Aku tak setinggi yang kau kira dan kau bukan makhluk rendah seperti yang kau pikir, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini selain Dia.

    Pernah terlintas di pikiranku; kita sudah sedekat ini, suatu saat jika kita berpisah, apa yang akan membuat kita terpisah. Kukira tidak adil jika perbedaan yang kau buat ini alasannya. karena tidak ada yang salah dengan perbedaan, yang salah adalah sudut pandang kita dalam melihat perbedaan itu.

    Kucoba untuk memahami semua yang terjadi. Yang ada aku tak tau akan berujung dimana semua ini karena awalnya kau yang memulai. Dan tak mengerti dinamakan apa ikatan silaturahmi kita saat ini, karena pertemanan pun sepertinya tak pantas untuk menandai ikatan dengan keadaan kita seperti ini.
    Benci pun kiranya tidak akan menyelesaikan masalah malah akan semakin menyiksa dan menyulut keegoisan.

    Lalu…
    masih ada sesuatu di belakang itu. Sadar atau tidak kau telah membawa aku ke dunia yang baru (tulis menulis). Apa aku bisa lanjutkan perjalanan di Sekar dengan keadaan kita seperti ini? daripada nantinya akan mengganggu pekerjaan dan merusak suasana yang lain, lebih baik aku mundur dari sekarang, karena sepertinya tidak akan terjalin komunikasi yang efektif. Karena sepandai-pandainya kita membohongi keadaan pasti tidak akan bertahan selamanya.

    Yach..
    yang aku tahu sekarang kau telah temukan jalan hidupmu yang baru dan mulai menata cita-cita untuk masa depanmu. Kudo’akan semoga sukses selalu dalam hidupmu.

    Aku harap semua ini akan segera berakhir baik.
    Tak lupa kuucapkan terima kasih banyak atas segalanya, dan maaf atas segala kesalahan yang telah kuperbuat.

    Dan akhirnya seperti yang selalu kau katakan; suatu ketika waktu pasti akan menjawab. karena bagiku sampai semuanya benar-benar jelas ini semua masih menjadi misteri..
    mengapa harus aku,
    mengapa hanya aku,
    dan mengapa ini terjadi..

    …AKU…

    jika pernah kau bertanya ;
    apa ada yang salah padaku??
    ada apa dengan sikapmu??

    tak ada yang salah padamu
    salah jika kau harus merasa bersalah
    karena akulah yang bersalah atas semua ini
    karena seharusnya akulah yang punya salah
    bukan kamu ….

    sikap dan tingkah langkahku itu
    mungkin banyak menjadikan tanya padamu
    karena memang tak seharusnya itu ada
    tak semestinya itu aku lakukan

    tapi jikapun tidak aku berlaku itu
    maka tak akan ada tanya diantara kita
    tak akan ada titik cahaya penyadaran dalam diriku

    bukan benci karena aku bersikap itu
    karena kau tak pantas aku benci
    justru aku benci dan marah pada diri sendiri
    benci karena tak aku mampu tegakkan jiwaku

    resah….???
    tergoyah…???
    semenjak lama sebenarnya talah menyekat perjalananku
    tapi tetap ku pendam resah itu
    tatap aku biarkan goyah merapuhkan
    tak aku mau kau tahu itu
    fikirku waktu akan menjawab itu
    akan membuka hijab dari resahku

    tapi tidak..!!
    semakin waktu itu berlalu
    semakin tersekat tak ada daya tubuhku olehny
    karena itu sakit…
    sakit jika aku simpan duri dan aku biarkan
    tapi tak juga kau tahu itu ???
    karena tak ku ingin kau tahu itu
    hingga tiba duri telah tercabut
    dan…..???
    semakin hilang rasa terluka itu
    tapi..??
    tak juga kau tahu itu …

    saat ini …
    sebatas perbedaan yang kau tahu
    memang itulah yang telah menggoyahkan
    memang itulah yang telah memasung langkah
    tapi suatu hari nanti
    ketika kau telah tiba disini
    kuingin kau tau semuanya
    semua yang selama ini tak pernah kau tau dariku
    semua yang selama ini telah menjadi misteri bagimu

    agar langkahku juga langkahmu terbebas dari jerat
    agar harimu juga hariku semakin indah esok datang
    agar jiwaku juga jiwamu akan mampu tegak kembali

    jika saat itu telah tiba
    kuingin kita benam egonya rasa hati
    kuingin kita tanggalkan tirai hati kita
    kuingin kita timbangkan petunjuk pikiran
    dan kuingin kita saling tanyakan pada nurani dan akal budi kita

    kalau boleh aku bilang jujur ;
    wanita terbaik yang pernah aku temui adalah kau
    dan tak ada sedikit kebencian untukmu
    sikapku kemaren itu hanyalah wujud kata hati yang memberontak sejak lama
    bukan karena benci ataupun karena kau salah

    nanti kuharapa kita bisa saling memahami dan mengerti
    karena itu akan membawa kita pada keihlasan
    mungkin tak pantas jika aku kata tentang keihlasan
    tapi itulah yang semenjak lama aku ingin wujudkan
    pada siapapun yang pernah menjadi bagian dari diriku

    semoga engkau bisa mengerti …..???????????

  2. MOmo……..
    Akuw tertarik bgt di bgian niy…

    “aku ini ilalang liar
    yang MENGAWINI serangga-serangga kurang ajar..”

    kMUH BANGET MO……..^_^

    lho kok malah aku yang mengawini ..
    kan aku yang dikawini serangga…
    hahahaha

  3. Thank you friend, tulisan ini serasa telah cukup mewakili suasan hati gw.

    yaps…kembali thank dechh….
    hehehehe

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s