Sajak Kosong


Kosong ini hanyalah coba yang menguji kesabaran
Adalah waktu yang mengukur kesetiaan
Semalam bahkan sepanjang malam
Sampai tibanya masa akan berwujud pengertian atau ketidak pedulian

Barusan mimpi telah memanjakan aku sesaat
Menegurku dengan teriak menyentakkan aku
Serta meraupi mukaku dengan air mata hilang ketika terjaga
Dan menampar tubuhku tergeletak akhirnya sadar

Tawa kita kemaren adalah mentari cahaya dedaunan pagi
Dan canda kita dulu adalah kicau kutilang di dahan cemara
Namun tawa dan canda itu adalah masa lalu
Tidak lagi ada sekarang seperti pijar menerangi temaram
Walau kadang itu menjadi candu perindu jiwa yang ingin terbebas

Masih sering aku tanyakan tentangmu pada sunyi yang dungu
Apakah masih seperti senja kau terlukis indah pelangi
Atau seperti embun di ilalang kering dalam fajar mengusap gelap
Bahkan mungkin seperti langit bermendung simpan kelabu warna hati

Tak aku tahu itu?
Yang aku tahu ;
Kosong ini adalah coba…
Sepi ini adalah uji..
Dan cinta ini adalah kosong dan sepi…

Menoreh, 17 juli 2008, semarang

dilarang copy paste bung...!!!

One thought on “Sajak Kosong

  1. Kau yang temukan anugrah ini dalam diriku…
    Terima kasih…

    badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
    angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
    gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala
    dan tak kusangka salah jika hati telah bercermin
    mata telah tersayup
    langkah telah terkubur

    debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
    di kolong jembatan hati malamku bersemayam
    aku ini hanya pengemis nasib
    peminta minta takdir bermuka garang

    baju compang camping dan balutan sutra
    telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
    itu nyata, benar adanya…
    kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
    telah jelas tokoh tergambarkan alur
    juga aturan mainya…

    aku ini ilalang liar
    yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
    hingga matipun aku tetap liar
    termakan serangga-serangga kurang ajar

    dan kau adalah awan cakrawala
    megah teratas pandangan mempesona
    disusunan beratap-atap langit
    hingga nantipun kau tetap megah…

    kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
    tak usah paksa mencoba sebrang lautan api
    akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut menghanyutkan
    jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai
    hanya bisa dipandang, tak dimiliki

    cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan
    ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
    marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati
    kelak pasti kau akan tahu itu?

    lalu…
    aku hanya bisa bilang padamu;
    rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang kan kau raih
    urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
    rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu
    aku hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
    bukan aku yang pantas menempati singgasana itu
    dan senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
    kau harus tetap teruskan jalanmu

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s