APA MAUMU


Benar aku artikan rujukan yang letak kau beri
Mengapa aku
Harus menerima begitu meski hanya teracuh
Desah darah teriak gugah amarah membencimu
Terlalu baik prasangka ini pada sosok terhadap
Pantas diam semusim biar kohesi akui salah
Itu dapat kau pahami kurangkah aku perhatikan
Meski kadang bibirku menangis membuat kau tergores
Pilih dan kan ku putuskan
Kau serentak takut kehilangan
Tapi kau juga
Masih ingin bebas dipuja hadirin adam bersama
Hanya kembalilah pertama kita bertemu walau tak seindah

dilarang copy paste bung...!!!

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s