DUSTA


Tak sadar ku puja
Berbilik nurani memikat hati
Tak tahu pula ku rendam tertanam
Berkubur harapan tengelamkan pikiran
Kutahu itu tak sekedar fiksi
Bahkan nyata adanya
Tertulis mengukir sejarah jiwa
Bersampul indah biaskan hayal
Namun sirna seketika
Lantas kau buai aku menggapai janjimu
Manis terasa sesaat bila kuingat
Dan beranjak kau hilang memenatkan pikirku
Sambil kau tertawa menelan sapa
Seakan tak bernilai harga aku
Tak lebih berharga ketimbang ludahmu

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s