PERENGKUHAN DALAM RERUNTUHAN CAHAYA


Hampa kian menusuk waktu
Begitu semua telah berlalu
Dan jiwa masih tetap menganga
Sesaat setelah cinta manjadi luka
Gelombang samudra masa
Membelenggu bagai teriakan yang meronta
Hilir sungai mengalir basahi bebatuan
Menerjang bagai ganasnya raunngan kesedihan
Di dalam kekosongan air mata membekas kepedihan
Heningnya bisikan sang malam terus menerkam kesendirian
Lalu harapan kan terdampar di jurang penderitaan
Mengurung ….memenjarakan hingga mencabi cabik dalam penyiksaan
Malam tak kan tercerai dari kesunyian
Begitupun kesunyian tak kan terpisah dari kedamaian
Di sudut jiwa tempat ku simpan cinta dengan kehangatan
Dan di celah celah antara keabadian dan kebinasaan
Aku semakin terengkuh dalam reruntuhan cahaya sang bulan

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s