ILUSI


Berbaring diri hayal membayang di balik ilusi
Tanpa beban seakan peluh manjadi sandaran
Itukah aku yang kerap kali bagaikan gelembung di dalam botol
Hanya aku yang tak kan tahu pasti “aku” dianatara tegaknya tulang rusuk
Dulu , dulu sekali
Bintang bertaburkan kemilau harapan musnahkan pikiran
Dan kini bulan hanya akan terus meremang melahirkan ketidakpastian
Kan terus terbawa menari – nari hatiku terhempas tak bersuara
Menapak garis waktu membatas tiada ahir
Hingga ahirnya aku harus mengaku pada kegelapan
Bahwa mimpi tak akan menjadi nyata bila aku hanya menjadi “ilusi”

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s