Tulisan Kawan

Apa sih..!

:Ali Zaenal Albar hmmm… ku hela nafas, ragu ku buka pintu yang lama tak ku ketuk ruang lawas lengkap dengan prabot lapuk wewangian menyan romantisme yang masih tersuak satu-dua kali langkah ku beranikan diri memasukinya aura mencekam, smakin mencekik dengan bayang-bayang slaksa masa lalu hmmm… ku hela nafas panjang… ku pejamkan mata. sisihkan tembok besar [...]

Bidadari – bidadariku

:Ali Zaenal Albar Bidadari-bidadari hari ini tertaut pandangannya pada danau kebebasan dan persamaan. hal baru seru mereka. dari kahyangn kemuliaan, biasan kilau danau menyilalukan mata mereka. entah hanya fatamorgana entah realita. tanpa izin rasio, mereka mencoba membuktikanny dengan turun langsung ke bumi. berkas cahaya warna-warni padu-pelangi mengiringi segenap kepakan selendang kemuliaan mereka. sesampainya di danau [...]

Ku pahat wajah Tuhan

:Ali Zaenal Albar   Di belakang rumah kayu beratapkan welit, seorang pemahat dudk termangu demi melihat sebatang kayu yang akan di garapnya. pemahat mulai memikirkan pola apa yang akan di garapnya. sesaat pemahat memandangi langit yang begitu indah, “karya yang begitu indah” suara hati meneduhkan jiwanya. “MAHAKARYA, ya aku ingin membuat relif agung, dan objeknya [...]

The True Love

:Ali Zaenal Albar Sesa’at, seseorang ketika memandang lawan jenis, jantung terasa berdegup lebih kencang, badan terasa lunglai demi melihatnya, matapun mulai ta’ berdaya memalingkan pandangannya, dan banyak reaksi-reaksi aneh yang akan timbul demi perasaan ini. Itulah gejala yang disinyalir sebagai cinta. Apakah ini yang namanya cinta, yang konon katanya datangnya pada padangan pertama. Manun ketika [...]

Tuhan Main Gila

:Ali Zaenal Albar ” Tuhan tuh minta di deketin…” Entah apa yang tersirat dalAm tu kalimat… Bukannya Tuhan itu dekat? teramat malah! bahkan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri…! Entahlah… tetapi sekarang yang kurasakan, setiap kali ku coba tuk berpaling dan menggantiNYA dengan yang lain, seakan ada wajah TUHAN samar-samar terus membayang. Seakan ingin [...]

Njeporo-Ku

:Ali Zaenal Albar beberapa orang boleh tuli, sebagian manusia boleh buta, dan mereka pun, manusia, boleh mati rasa, tapi hati nurani nun suci ribuan kali berlipat ganda kepekaannya dalam menangkap fenomena yang menggetarkan alam ruh… Ricuh, gaduh, dan bising. Bumi kartini begitu tinggi frekwensi sumbang laku penduduknya, kaum kartini termakan propaganda makna emansipasi. Yang pada [...]

Kosong

:Ali Zaenal Albar KOSONG. kini semua berubah dan kembali seperti semula, KOSONG. setelah ku meraba dan merasakan betapa kasar dan tajamnya kebun-berduri problematika manusia dewasa ini, dan setelah ku bekali tangan dan setiap inci dari kulitku dengan secarik pengetahuan dan pengalaman minim, ku ingin meratakannya dengan godam besi TEKADku. KOSONG. seakan semua kembali seperti semuala. [...]

Sepi, Sunyi, Sendiri

: Ali Zaenal Albar Sepi… gemerlap ibu kota pernah begitu gempita namun, sedikit pun tk mampu mengetuk pintu hati dengan keheningan malam, dusun yang terselimuti kabut pun; terkadang justru mampu meramaikan pelataran sukma demi melihat karnaval bayang-banyang nya… Sunyi… jalan depan rumah tk pernah sunyi, hilir-mudik ratusan kendaraan mengantarkan bermacam keperluan sirine, klakson, knalpot… tau [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers