puisi Dan Syair
Langit pun juga galau
Diluar , riuh hujan sedang menari – nari Disini , dingin jemari bermain koin berlari – lari Mengalih hati cemas sejak hangat mentari Sesampai sekarang masih tunggu berita Gelisah rasa halau tak jenak; Tak nyenyak Risauku membelah ; Galau mengacau Apa yang terjadi pada engkau ? Padahal fajar tadi masih kudengar keluhmu Kisahmu yang menghanyut [...]
Mengeja hatim-mu
Apakah senyum pelangi menjadi kecut bagimu ? Basah embun telah menjadi batu kristal jiwamu; Menjadikan dingin seisinya Ku eja kembali bahasa hatimu Setiap abjad menjadi kosa kata dengan tanya Apa maksudnya ? Semalam kutanyakan pada Tuhan. Dia diam. Atap dan dinding tetap bisu Dan setan menertawakan. Dia Mengejek. Tapi iblis iri. Karena ku mampu menjaga [...]
Apa maumu ?
Kau kira telah tawar hatiku ? Kau sangka bahwa pudar hatiku ? Juga kau menerka jika hilang sudah rasaku ? Ah, harusnya bisa terbaca maksud Agar mengerti kehendak ingin kubangun istana untukmu Tapi, salah kau artikan sikap Ahirnya putus harap Dan terserah ! Itu yang akhirnya sering sengaja terucap Celetukmu berulang kesal, Cetusmu kecut menuntut [...]
Untung
Bibirnya terkatup langit, kerak mengering Matanya berpendar berkaca , itulah cara dia berbahasa Tangan , juga kaki yang telanjang Dekil tubuhnya kurus tulang; Selalu saja menahan lapar, Selalu saja bermimpi makan kenyang… Bocah malang yang tersisihkan Untung, begitulah nama sebutan dari teman – temanya Sayang tak seberuntung anak gedongan, Yang hidup berlimpah kemewahan, lupa pada [...]
Selaksa hati
:Ani Hilma angin – angin berasap arang gema berguruh membungkus tawang hati rendah berharap meranjat lamun dalam senyum kau rayu aku waktu mencecah capai langkah terparuh, retak terurai … terjerahap aku di lembah cinta pujangga harusnya logika sadar membenci sebab kau tak cukup bisa menafsir isi dadaku sayangnya, hati bicara kehendak agar tetap mencintaimu ” [...]
Andai
Sore tiba abstrak gambaran langit tak secerah laksana hati kali ini, abu – abu, coklat, hitam … terkesan warnanya durjana kelam… sebab janji itu nyatanya bual buaian Padahal, Ku daki selangit mencapai mega – mega asa kala itu dan sekarang, jatuh ahirnya hanyut membuih tenggelam.makin dalam Kasih pada kekasih gelap-ku pun karam bersama karang kisah [...]
Komedi dua dunia satu hati
: inspired from the story of my friend : Benih sedebu jatuh tumbuh Meski sekecil … Kelak mesti buah terasa manis madu Ini adalah tentang komedi dua dunia satu hati Dua anggapan berlainan yakin nanti ada keselarasan Bukan mustahil lagi ! Tapi titik klimaks, Tak hanya berhenti pada terminal obsesi Bukan landai lagi ! Jalan [...]
Gundah , ah sudahlah
Tampaknya ada suara – suara bersaut Menderu ! Jauh di kolong dan lorong lorong sempit ruang kedap Kedengaranya ada yang sedang diperbincangkan Jiwa ini diam, hati ini pun turut sunyi hmmmm… Suasana hangat sontak menggemuruh seperti gelegar langit marah Apakah ini adalah bisikan iblis Picik mencoba membawa pada arah salah menilai sekedar atau ? ini [...]
Rahasia hati
kau membuat aku menunggu; atau? akulah yang tak mengerti, inginmu bicaralah, atau tanyalah padaku? mari kita selami sedalam palung hati hingga memutih kapur rambutku pun apa tetap seperti ini, kamu apa yang sebenar kita ingin saling arti, rasa ? apa yang sesungguh kita rasa, takutkah ? bila nanti makin meraja sukma, cinta ? ah, kurasa [...]
Tak seindah, tak seperti…
Sawajarnya saja mau..? Melakukan mudah sepenuhnya kamu ketika walaupun aku tak bisa bukan itu masalahnya bila kau tahu ini logika rasa hampa meski ada itu juga seWajarnya tanpa sebuah beda maaf ya.. Ini juga bukan mau ku tapi..serupa tak seindah, tak seperti…
Ku terkoyak, siksa merindumu
aku terkoyak, terkulai. siksa candu merindu;sendu jiwa seperti terkuliti perihnya berasa padahal… hati telah kusam lama tak terjamah, bahkan kukira sudah mati bagaimana kubisa memaksa melupa sebab rasa kutekan, semakin kuat justru menjerat inilah siksa dalam nikmat
Itu mengingatkanku..!!
hadir semenjak pertiga malam mimpi silam tak sempurna membekas hingga warna pelangi hingga embun yang telah mengkristal sisa rasa yang telah membatu namun tak terkikis itu mengingatkanku..!! mestinya engkau tahu harusnya engkau ada disini, saat ini walau sekedar untuk kita saling bertatap kemudian engkau beranjak kembali..
Benarkah melupakan, itu jalan?
puisi ini didedikasikan buat seorang sahabat yang katanya dia ingin melupakan?semoga dia tetap menjaga dalam kenangan itu…
sisa hitamnya, putih inginya
sepertinya … sebagian jiwa hilang separuhnya … pergi seetelah air terbasuh hidup semati matinya, mati yang sehidupnya dalam cermin bayang hanya hitam, dari putihnya ingin disucikan terkekang sempitnya harap menyudut diam sebelum bait mengoma ahirnya usai… ahirnya siksa dalam duri bahwasanya tak terdapat obat selain racunya biar melebur hingga mati kurasa hakikatnya
Bunda
Dekap yang sedalam sukma;terasa Terbekas terisak meriak muka Setiap kali wajah terlukis kumendo’a Sebatas bayang lepas, Membunuh kosongku siksa merindumu… Bundaku… Ketika engkau terjaga semalaman, Memeluk-ku hangat;semasa kusakit dahulu Ketika rebahku bersandar dipangkuanmu Bunda;jika ku-butuh damaimu Saat saat engkau dan aku masih bersama Bundaku… Mencari, menapaki jejak matahari Hampir setiap desahnya malam menderai sembiluku Layaknya [...]






