3 Comments

Mengeja hatim-mu


Hati yang galau

Apakah senyum pelangi menjadi kecut bagimu ?
Basah embun telah menjadi batu kristal jiwamu;
Menjadikan dingin seisinya

Ku eja kembali bahasa hatimu
Setiap abjad menjadi kosa kata dengan tanya
Apa maksudnya ?

Semalam kutanyakan pada Tuhan. Dia diam.
Atap dan dinding tetap bisu

Dan setan menertawakan. Dia Mengejek.
Tapi iblis iri.
Karena ku mampu menjaga Cinta dengan aman
Meski dihujam hujat diantaranya

Perempuanku,
Apa ku sanggup membungkus sebanyak tak terhitung indahnya?
Juga sembilunya nanti

Jepara, 22 Feb 2012

3 comments on “Mengeja hatim-mu

  1. moga senyum-nya masih menjadi ptanda baik.
    dalam padatnya perubahan, setidaknya senyumnya masih indah

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers