
:Ani Hilma
angin – angin berasap arang gema berguruh
membungkus tawang hati rendah berharap
meranjat lamun dalam senyum kau rayu aku
waktu mencecah capai langkah terparuh,
retak terurai …
terjerahap aku di lembah cinta pujangga
harusnya logika sadar membenci
sebab kau tak cukup bisa menafsir isi dadaku
sayangnya,
hati bicara kehendak agar tetap mencintaimu
” Note : susunan bahasa dari puisi yang asli telah ditata ulang “






