Jenuh


diamku bukan berarti batu, bisu
acuhku, lebih terkesan biar engkau pahami
tak peduliku, biar engkau artikan agar terfikirkan
tak terabaikan ucapku sempat saat itu

mungkin aku ingini seperti ini
seperti anggapanmu aku ini batu
yang tak lagi bertanya
tentangmu ? kabarmu ?

harusnya kau sadari
aku jenuh..!

biar engkau pahami arti
biar kau selami dadaku

About these ads

8 thoughts on “Jenuh

Tinggalkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s