resah aku menahan
dan letih aku semakin tertahan
dengan waktu seperti benang terurai
tak bertautan, melingkar atau membujur
katakan bahwa
inilah jalan untuk mencari
yang hilang agar kutemukan esok
sebelum petang
atau malam nanti
setelah doa doa sunyi
yang terluka
terderai dengan sedikit rintih
seperti memohon tentang harapan
namun kosong
selalu ibarat ketakberdayaan, diam tak tahu pasti
melangkah kemana utara atau barat menuju
kadang lelap tanpa mimpi
atau yang benar, selau bermimpi tanpa lelap memejam
telah aku luluhkan diriku di pembaringan tuhan
bahkan seperti pengemis mendoa pada tuan
dengan rerintih sendu tetesan yang berdarah
tapi,
sampai kapan aku harus menahan dan tertahan
Tahunan, 24 juni 2009

















Juni 25, 2009 pukul 20:13 |
HHmm…begitu dalam dan sesak terasa……
Juli 29, 2009 pukul 18:51 |
wualah mpe sgituna pak…..
semangat….semangat ahhhhhhhhh