Menahan, Tertahan

resah aku menahan
dan letih aku semakin tertahan
dengan waktu seperti benang terurai
tak bertautan, melingkar atau membujur

katakan bahwa
inilah jalan untuk mencari
yang hilang agar kutemukan esok
sebelum petang
atau malam nanti
setelah doa doa sunyi
yang terluka
terderai dengan sedikit rintih
seperti memohon tentang harapan

namun kosong
selalu ibarat ketakberdayaan, diam tak tahu pasti
melangkah kemana utara atau barat menuju
kadang lelap tanpa mimpi
atau yang benar, selau bermimpi tanpa lelap memejam

telah aku luluhkan diriku di pembaringan tuhan
bahkan seperti pengemis mendoa pada tuan
dengan rerintih sendu tetesan yang berdarah

tapi,
sampai kapan aku harus menahan dan tertahan

Tahunan, 24 juni 2009

2 Tanggapan ke “Menahan, Tertahan”

  1. bocahbancar Berkata:

    HHmm…begitu dalam dan sesak terasa……

  2. rachma Berkata:

    wualah mpe sgituna pak…..
    semangat….semangat ahhhhhhhhh

Tinggalkan Balasan