Mulanya tatapan kusangka menghujam dengan langkah berjarak,
Memikat dan mengikat tak jemu lepas bayang
Walau berjam hanya sekedar aku berdiam, tak aku bosan
Tak jenuh, peluh serasa memendar pudar ;
Jika memandanginya menerus . . .
mungkin yang kusebut dia
gadis dalam langit langit mimpiku, dalam mayaku
namun selayaknya indah,
ibarat pelangi membiru kepada mentari sehabis hujan
bak sari bunga kepada lebah dan kupu – kupu
Ani, kudengar itu nama gadis tersebut
dimana sebelum waktu kemaren tak ku kenal
sampaipun sekarang justru aku terjerembab takut
ketika coba aku titipkan jiwa padanya
tiada sapa awal pertemuan rasa
yang mungkin saling bersenandung romansa
ach, sepertinya aku mulai menaruh hati untuknya
sayangnya Ani hanyalah gadis dalam langit – langit mimpiku

















Mei 28, 2009 pukul 15:24 |
hyo…hyo…..
mncurigakan………..
ky’e q knal kie………..
yg di lab d2a bkan??
Juni 5, 2009 pukul 22:45 |
Hayoo…Ciapa tuhh.,,aku tau lho maz..Hee.3x…Bkinin puisi tentang kisahku d0nk maz,tentang “cinta tk brani mengungkapkn”..Mkch…