Resah Tentangmu, Disana

April 29, 2009

ada apakah kekasih?
sehingga sepi jerati berjubal lusuh jiwa
sedang kita telah terbentang jarak
antara mimpi dan terjaga, pun aku menahan

tak usai kugambar pucat membiru senduku
justru semakin teriakku, gejolak yang meresah
tak jelas, tak seperti adanya pagi meresapi senyum rerumputan;
mengembun

kekasih, silamku yang pudar …..
masihkah kan aku pantas jika?
pintaku pada restu langit, pada bintang
agar waktu masih memberiku kesempatan
untuk kembali menemuimu….
sekedar menanyakan tentangmu, kekasih
karena malam pekatku ini, aku khawatir padamu


Tugu muda malam hari

April 23, 2009

kali in aku berada di krumunan
di gemerlap lampu tepian jalan kota
di depan dua gedung tua, di tengah hiruk pikuk
tegak aku sandarkan penatku di bawah batu prasasti silam

terlalu sunyi bahasa senyapku membaca
sekitar terasa asing ingatku terkenang
disini, dahan cemara mengering seperti ruhku

tempat ini telah tunjukan fakta, bukan paradigma semata
disinilah dulu pernah hati saling bercermin bersama
dan, rayu canda terdengar di sebelah
buatku iri pada masa dan waktu dulu, yang telah berlalu
di tugu muda malam hari


Bila, Tanyaku

April 23, 2009

bila aku tanyakan pada mimpi
apakah akan ada jawab realita sesungguh
pilar pijakan waktu semakin roboh sudah
aku tak singgah bertempat kedudukan, lagi
aku sudah seperti keringya dedaunan

bila, tanyaku?
aku adukan kepada langit
apakah senja nanti aku dapati jawab
ataukah,
sampai aku lelah aku akan tetap berjelaga

dan…
bila suatu saat, aku tanyakan paadnya
apakah kau juga merinduku?
mungkinkah masih ia kan mau merasai kerinduan,
antara kita yang telah berjarak

Jepara, 23 april 2009


ingin? Tiba – tiba saja

April 23, 2009

tiba tiba aku ingin menjamah, dan mendekap
mengapa entah ?
ingin aku raih dan ku sandarkan di pelukan

tiba tiba saja aku ingin menyapa “sayank”
begitu tanpa di sengaja dan niat
sungguh ku ingin mencumbu asmaranya kembali

tak tahulah ?
gejolak tak biasa seperti buatku tersiksa
karena tiba tiba saja aku ingin ia ada lagi

ach, entahlah ….
akan aku tahan rasa kerinduan
yang buatku ingin kembali bersamanya


Selasa, 21 April 2009

April 22, 2009

Sore ini,
Aku gambarkan diriku telah terbodohkan oleh detik
Juga waktu semalam,
Gundah aku keadaan kosong meruang senyap pikiran
Hingga,
Yang semestinya janji kepadanya harus kulunasi
Dan terlewatkan . . .

Ach, hilang sudah kesempatan; kepada sosok untuk sebuah ungkap
Dengan apakah aku bayar sebesar penyesalanku
Tak kan cukup bila piluku, senduku; tak kan menghapuskan

Duhai pengantin,
Masihkah kan pantas bila “maaf” ku gores di setiap puisiku, untukmu
Itupun kiraku tak cukup sepatah “maaf”, walau beribu sajak ku cipta
Dan, hingga habispun kata kataku tak mampu ulangi waktu itu
Untuk ku hadir di pesta kebahagiaan engkau bertahta cinta

Duh, bodohnya aku …
Harus aku bayar dengan apakah sbesaar penyesalanku ini
Maafkan aku sobatku, pengantin baru
Doaku “semoga kebahagiaan untukmu akan abadi”

____________________________________________________________________________________________
Hmmm…..
ni puisi adalah puisi untuk seorang yang pertama yang menempati hati. Ach namun, bodohnya aku karena tak menghadiri pernikahanya. Padahal aku ingin melihat ia di hari pernikahan. Semoga kau bahagia “my first love”.
____________________________________________________________________________________________


zzzzzzzzzz….????

April 7, 2009

Iseng ja …
mmmm…???

lagi males, suntuk atau bosen juga boleh. Pengen nulis tapi maunya hayal melulu, sendirian ja . Mungkin dudu2kan depan kost, sambil ngopi atau bisa juga sambil tiduran .

ach … pokoknya suntuk….suntuk….suntuk….
mau apa ya ??? wa juga bingung, tak tahu lah pokoknya mau ngapain . Mau tidur juga dah bosen , malah ampe kebablasan gak ikut ujian mid semester gara2 asyik ngorok pagi2.

pengen pergi ke luar kota siy..??cari udara baru, sekedar meregangkan otot2 pikiran yang tertekan oleh siklus waktu dan hidup. atau mungkin juga sekedar merebahkan penat dan lelah hari2 yang terlewati dengan “suntuk…suntuk..suntuk…”

mmmm..naek gunung ..????
bisa juga tuh kayaknya, dah kangen embun di rimba dan senja di tebing curam. Asyik kayaknya kalau ke gunung dari pada ke luar kota. Berlelap dengan kunang dan bersapa dengan ilalang basah pagi hari.

tapi..???
napa ya ..???
masih ja diriku ini seperti gak sadar terlelap mimpi semu semata . Dah tahu ini adalah kehidupan nyata, tapi napa masih juga aku merenung yang telah lalu, yang telah sakiti segala padaku. Mungkin aku bodoh kali, yang tetap tak bisa menggali dalam2 dan mengubur kenangan yang memedihkan pilu hati. Masih aja aku sering mengenangnya ketika mau tidur , sendiri, bahkan ketika lagi kesepian. Bahkan masih sering ia sapa aku ketika tidur, itu juga yang membuat aku malas bangun tidur.

Mungkin ada nggak ya seoranga wanita yang akan sadarkan aku ini, yang bisa buwat masa lalu itu karam sedalam samudra. Dan mungkin aku akan hilang “kesuntukan” atau juga dah gak “kesepian”… tapi kapan ya??tuhan akan kirimkan kado istimewa itu untukku … kapan ya takdirku akan berujung dengan bahagia dan senyuman …. bukan yang selalu berakhir dengan nestapa dan luka hati seperti sekarang ini …
semoga saja …. AMIN….