September 26, 2008
untukmu semoga kan abadi
kasih ihlas cinta semoga kan terjaga;
itulah dua senandung harap setiap kali terucap sebelum lelap mimpiku
untukku semoga kan terkuatkan cinta
keindahan terindah cinta semoga tak kan kusam oleh waktu;
itulah dua sapaan kata yang mengawali awal aku terjaga
untuk kita semoga kan tersatukan hingga masa nanti
perbedaan terlahirkan untuk kita semoga tak akan memisahkan;
itulah dua lantun do’a yang setiap nafas terhembus aku ucap
semoga….
kita………
kita……..
semoga….
terkuatkan oleh waktu dan masa….
tersatukan oleh kesaksian bumi dan langit ….
dan terabadikan oleh cinta ……

& Komentar |
puisi Dan Syair | Ditandai: cinta harap, do'a cinta, kesatuan cinta |
Permalink
Ditulis oleh Penyair Glandangan
September 24, 2008
di bilik jendela jiwa aku mengintip setiap sunyi
setiap kali tegak berdiri hati yang berkaca – kaca
ketika mengucap tak bisa rela dengan kehendak pertigaan fajar
dalam diam pandang menatap bisu tak akan terdengarkan bisik
hanya tertoreh sedikit rasa rindu menganyam sepi
bukan kata suci ingin terlantun seperti firman dan sabda
tapi do’aku yang berlanjut tak terhenti hingga terlelap
untuk tahta tertinggi jiwa singgah termegah cinta
cinta yang begitu ingin terjaga terabadikan masa dan waktu yang tak usang
hingga esok beribu malam yang tak kan lagi ada rintih sepi terpojokkan
karena harapa diri cinta akan menguatkan
bukan melemahkan lalu merapuhkan
karena mimpi sekejap mungkin terajaibkan nyata sebenarnya
bukan sekadar buaian untuk indah sementara
karena engkau memang benar sebenar benarnya telah menjadi cinta
cinta sesungguhnya yang telah aku tempatkan di kedudukan tertinggi jiwa

& Komentar |
puisi Dan Syair | Ditandai: cinta untukmu, derajat tertinggi jiwa, untukmu cintaku |
Permalink
Ditulis oleh Penyair Glandangan
September 24, 2008
aku rasa kadang adalah tak lebih seperti pasir berdebu yang bertabur
yang tergilas seringnya oleh terik dan yang tersemayam dalam pekat
mugkin mungkin bisa akan tidak guna dan tiada arti
karena wujud keberadaan yang menjadikan lusuh
atau mungkin akan lebih punya guna dan sangat arti
karena akan menjadi pusara yang bernissan

& Komentar |
puisi Dan Syair | Ditandai: hati yang meronta, yang ingin di hargai |
Permalink
Ditulis oleh Penyair Glandangan
September 10, 2008

Hari ini engkau ulang tahun ….
tepat untuk ke-18 kalinya engkau disapa hari yang istimewa ini
ini adalah langkah barumu untuk merajut esok indahmu
untuk mewujud cita serta rangkaian mimpimu
ini adalah awal harimu untuk engkau tersenyum pada embun dan senjamu
untuk membelai setiap harapan dan asamu
hari ini engkau ulang tahun….
walau semalam terasa sepi dan sunyi untuk kita rayakan
tapi terdengarkan disana sorak rerumputan terbangun memberimu selamat
di antara temaram bercahaya kunang yang menjadi penerang pesta semalam
dan nyanyian kidung berawan rembulan mengajak bintang-bintang
untuk mendendang gemuali irama bahagia di jiwamu
hari ini engkau ulang tahun….
tak ada kado terindah yang bisa aku hadiahkan kecuali
ihlas rasa cinta dan tulus kasih sayang ini….
yang terbingkis dalam sepasang cincin
untukmu juga untukku….
yang aku harap nantinya hati kita semakin tereratkan
jiwa kita semakin tersatukan ….
sekarang … sampai nanti…
hingga batas masa yang tak aku tahu itu..
atau untuk selamanya hingga tersemayam bersama ruh penuh cinta…
hari ini engkau ulang tahun….
do’aku ada untuk setiap langkahmu
untuk setiap impian dan anganmu esok nanti
semoga engkau yang telah menjadi bagian dari diri ini
tetap menjadi yang terindah di istana ruang jiwaku
semoga cinta ini akan semakin tumbuh menguatkan aku
menerangi dan menjadi cahaya di setiap jalanku
dan semoga engkau akan memiliki cintaku seutuhnya
sebagaimana aku telah memliki cintamu sepenuhnya
m0m0 Cayank Cha Cha

& Komentar |
puisi Dan Syair | Ditandai: cha cayank, ulang tahun |
Permalink
Ditulis oleh Penyair Glandangan
September 2, 2008

*Sengaja aku tulis puisi ini untukmu
*karena engkau sendiri pun telah menjadi puisi untukku
*terima kasih karena engkau membuat aku merasa hidup seribu tahun lagi
*cinta ini akan selalu aku jaga untukmu
*karenamu juga demi kamu…
*sayang ini akan selalu ada untuk kamu…
*karenamu juga demi kamu…
*semoga kita bisa saling mengerti
*bisa saling menerima segala yang ada pada kita
*semoga suatu ketika nanti aku mampu memilikimu seutuhnya
*sebagaimana telah aku miliki cintamu sepenuhnya…
___________________________________________________________________________________________
Kiranya tak salah, jika aku warnai lautan jiwaku dengan pelangi cintamu
Karena itu indah, terindah lukisan rasa yang tak terpuaskan
Terkekal akhirnya nanti, hingga batas tak bermasa peduli
Pada ujung tepian keinginan hasrat berharap
Begitu lembutnya engaku ibarat angin yang membelai pucuk daun cemara
Hingga seperti membawa kecemburuan ranting-ranting yang mengering
Bahkan kunang yang bermalampun tahu bahwa engkaulah cahaya
Pijar penerang dalam redup temaram perjalanan sunyi ini
Selayaknya juga bulan telah menoreh senyum pada bintang
Ketika canda canda suara sepi beriring bernada melodi tersendu pilu
Ketika di perhentian sempat langkah terdiam dengan do’a-do’a yang terluka
Dan tersalib kaki dan tangan di persimpangan tengah malam
Hingga…
Engkau…
Tak kusangka hadir telah menjadi mahkota di persinggahan istana jiwa
Lebih sekadar tertinggi engkau menempati ruang tak bersudut ini
Telah menjadi jantung dan denyut nadi untuk ruh cinta yang ingin menyucikan
Engkau (Elliyza)….
Akan tetap menjadi edelwes di ladang rasa yang ingin aku abadikan
Tumbuh di padang kedamaian berembun memercik titik titik kesadaran
Akan senantiasa menjadi sakura dan lili yang sama menawan penuh keindahan
Di sepanjang waktu yang akan aku jaga di taman tanpa musim guguran dan gersang
Ellyza…
Untukmu seutuhnya aku titipkan hati ini
Karenamu sepenuhnya aku serahkan jiwa ini
Pedurungan, 02 September 2008, Semarang

& Komentar |
puisi Dan Syair | Ditandai: Ellyza, peri hati, pijar hati |
Permalink
Ditulis oleh Penyair Glandangan