Batas langkah kita

Juli 28, 2008

badai gurun akan membawa aku, menghapus jejakku di pasir berdebu
angin pantai akan menghempasku, memporandakan istana pasirku
gelombang tenang akan menghantarku berlayar ; ke dunia lain , menghanyutkan rasa segala

debu-debu jalanan menumbuhkan aku liar
di kolong jembatan hati malamku bersemayam
aku ini hanya pengemis nasib
peminta minta takdir bermuka garang

baju compang camping dan balutan sutra
telah menjadi batas aturan mitos adat dan budaya
itu nyata, benar adanya…
kita ini hanyalah pemeran drama tuhan
telah jelas tokoh tergambarkan alur
juga aturan mainya…

aku ini ilalang liar
yang dikawini serangga-serangga kurang ajar
hingga matipun aku tetap liar
termakan serangga-serangga kurang ajar

tapi kau adalah awan cakrawala
megah teratas pandangan mempesona
disusunan beratap-atap langit
hingga nantipun kau tetap megah…

kita ini beda, sebeda senyatanya tak sama
tak usah paksa mencoba sebrang lautan api
akan percuma, terbakar nantinya di dasar laut menenggelamkan
jalan ini coba aku mengerti, maknai keindahan yang terbingkai
hanya bisa dipandang, tak dimiliki

tak kusangka salah jika hati telah bercermin
mata telah tersayup
langkah telah terkubur

cobalah kita sadari nurani, terima peran yang ditokohkan tuhan
ayolah kita pahami diri, itu bukan berarti menuruti kata hati
marilah kita tanyakan akal budi, ini berarti kita benam egonya rasa hati
kelak pasti kau akan tahu itu?

Akhirnya…
aku hanya bisa bilang padamu;
rajut perjalanan hari esokmu, ada disana bintang lain kan kau raih
urai cita-citamu itu, jangan sampai itu terhalang rasa memenjara
rangkai bunga-bunga taman hidupmu, dan biarkan kumbang yang berhak akan mencumbu madumu

karena…
aku ini hanyalah pengembara mimpi, petualang hayal ; pencari arti
bukan aku yang pantas menempati singgasana itu
senja telah menantiku untuk kembali terlelap menanti pagi
dan kau harus tetap teruskan jalanmu

pendrikan kidul, 22 juli 2008, semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Batu Semalam (Malam bersajak di bait malam)

Juli 19, 2008

Inilah batu semalam yang kita pahatkan dingin tengah malam
Menanti malam sepanjang sunyi selepas perjalanan
Terbujur kaku merapat jiwa kita terbekukan malam;
Oleh kabut turun mengembun malam basah perlahan
Hinggq Terbaring letih di malam pusara tanah berdebu ;
Di lintas malam jejak kaki jelang fajar hari

Mungkinkah batu semalam adalah mimpi semalam; setiap malam
Sebagai prasasti saksi pertumpahan semalam;
Di rintang semalaman dalam satu malam
Terdesah harap kelam terlalui malam pekat hitam;
Di perhentian sempat lelah terlebur peristirahatan singgah malam

Batu semalam telah kita tinggal esok hingga beribu malam
Mengingatkan cerita serta tawa semalam mengusik senyap hilang ;
Di naung gemuruhnya Abu abu langit malam
Menyisakan hangat canda semalam tergema mengawan ;
Di tebing sunyinya malam ketinggian ungaran

Inilah batu semalam….
Selamanya akan tetap menjadi “batu semalam”
Karena batu ini telah menyimpan cerita kita tadi malam
Di curamnya malam puncak ungaran

Puncak ungaran, 29 juni 2008, semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Sajak Kosong

Juli 19, 2008

Kosong ini hanyalah coba yang menguji kesabaran
Adalah waktu yang mengukur kesetiaan
Semalam bahkan sepanjang malam
Sampai tibanya masa akan berwujud pengertian atau ketidak pedulian

Barusan mimpi telah memanjakan aku sesaat
Menegurku dengan teriak menyentakkan aku
Serta meraupi mukaku dengan air mata hilang ketika terjaga
Dan menampar tubuhku tergeletak akhirnya sadar

Tawa kita kemaren adalah mentari cahaya dedaunan pagi
Dan canda kita dulu adalah kicau kutilang di dahan cemara
Namun tawa dan canda itu adalah masa lalu
Tidak lagi ada sekarang seperti pijar menerangi temaram
Walau kadang itu menjadi candu perindu jiwa yang ingin terbebas

Masih sering aku tanyakan tentangmu pada sunyi yang dungu
Apakah masih seperti senja kau terlukis indah pelangi
Atau seperti embun di ilalang kering dalam fajar mengusap gelap
Bahkan mungkin seperti langit bermendung simpan kelabu warna hati

Tak aku tahu itu?
Yang aku tahu ;
Kosong ini adalah coba…
Sepi ini adalah uji..
Dan cinta ini adalah kosong dan sepi…

Menoreh, 17 juli 2008, semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Hatiku Dicuri

Juli 3, 2008

Kucari-cari hatiku yang telah dicuri
Di rindang cemara dan jalanan
Di kerumunan keramaian lalu ilalang
Namun tidak ada….

Kutanya pada sepiku membisu
Telingaku tahu, tak mau mendengarku
Acuhku bingung, siapa berani mencuri hatiku..!!
Disembuyikan dimana jantung cintaku itu..!!

Kupegang dadaku, benarkah telah hilang hatiku..??
Kurasa denyutan ada di kepalaku,bukan dadaku
Kukepal tangan menampar mimpiku
Tetap saja aku tak sadar…
Kalau aku telah kehilangan hatiku

Pendrikan lor, 8 juni 08, Semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Biarlah

Juli 3, 2008

jangankan bercakap…!!!
Menyapapun kuragu,nanti malah terbelit lidahku
Cukuplah langkahku memberi tahu, tak perlu sampai jabat tanganku
Biarlah kehendakku yang bergejolak, tak perlu tubuhku harus berontak

Jangankan mengadu…!!!
bicarapun enggan, nanti malah luka kemudian
cukuplah sepiku yang berucap, tak perlu sampai salamku mengungkap
biarlah mataku yang berujar, tak perlu kupaksa itu benar

Tidak bercakap…!!! Tidak pula mengadu..!!
Karena aku lebih baik bisu, nyanyikan harmoni memetik dawai sendu
sekalipun detak nadi hentikan denyut jantungku
aku tetap ingin diam….
Tidak bercakap..!!! tidak pula mengadu…!!!

Pendrikan lor, 06 juni 08,semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Sekarang…!!! Buktikan…!!!

Juli 3, 2008

Revolusi telah merubah alam, dan kau…!!!
Masihkah hanya diam di langkahmu tak bergerak
Seperti dongohmu telah kau rasa itu mengasyikan
Haripun kau sadari telah menghentikan detak hatimu
Tapi apa yang sedang kau pikirkan…???
Apa yang sedang kau perbuat…???
Kau hanya bisa menghayalkan masa esokmu
Tak coba kau raih itu, tak pula ayunkan kakimu
Sepertinya kau adalah sang pemimpi sejati

Aku tahu mungkin sudah kau rencana harimu
Dalam benakmu layaknya peta hidupmu
Tapi apa..???
Itu hanya gambaranmu semata ,Hanya sebatas imajinasimu saja
Apa kau sudah puas dengan menyandang gelar “ Pecundang “
Gelar yang kau pertaruhkan dengan sikapmu yang anti “ Resiko “

Jika kau menolak dan tak setuju dengan itu
Sekarang biarkan dunia bisa saksikan bahwa kau “ Bukan pecundang “
Kalau engkau adalah “ Pejuang hidupmu ” yang suka “ Resiko ”
Karena hidup ini penuh “ Resiko ” dan “ Tantangan ”
Dan kau harus tahu itu, tahu sebenar-benarnya
Biarkan pula aku saksikan bahwa kamu “ Bisa ”
Merubah mimpi dan hayalmu jadi realitamu juga kenyataanmu
Bukan imajinasi juga gambaranmu semata

Aku yakin kamu “ Bisa”, kamu “ Mampu ”
Lakukan sekarang, jangan ulur lagi waktumu
Jangan tunggu esok hari kan tiba mengejarmu
Sekarang …!!!!
Buktikan…!!!!

dilarang copy paste bung...!!!