Hari Telah…(kesaksian buat orang yang aku sayangi)

Juni 20, 2008

Hari telah redup berkubang debu bertabur
Semenjak tinggal bayang mengenang sekaran bunga
: pada sosok telah berpulang
Masih tergema mutiara nasihat ; semasa dulu binar bintang bercahaya
Melukis pada gurat kanvas yang terkoyak rindu

Hari telah beranjak mengejar jejak, tersapu luka menghulu jiwa
Namun diam masih menjebak pilu, tertancap duri diam-diam menikam
Hingga luka tetap menganga menyebar perih, ke sekujur tubuh terbujur sendu
Bersama rintih tangis menggenang basah perlahan
: yang tak lekas terhapus sejak kehilangan

Hari telah sering menegur sapa pada langit telah lama muram
Bercerita tentang naskah drama kehidupan ; yang tak jelas beralur suka atau duka
Menawarkan lakon pengganti sang sosok ; yang kini masih diam bersamayam ruhnya
Dalam jiwa bunda dan empat dewi merindukan kehangatanya lagi ; yang telah terkubur tenang
Lirih suara bisu berontak menolak sosok siapapun ingin menempati
Tak rela bila kasih yang masih lekat menyekat, akan terhapus oleh sosok lain selainnya
Walau bersorak caci tingkah saudara mengujat merasa seperti dewa
Walau serasa menusuk jantung makian mereka yang tak mengerti

Hari telah beranjak pulang ke peraduan petang
Dan engkau harus tetap merajut benang hidupmu
Pada selembar kain esok kelak kan kau sulam masa depanmu
: dengan jubah ketegeran nurani, untuk bisa bangkit dari luka
Demi bundamu…
Demi adik-adikmu..
Juga demi ayahmu disana…

Bangsri, 18 juni 08, jepara

dilarang copy paste bung...!!!


Bersabarlah (catatan buat kakakku tercinta)

Juni 20, 2008

Kak, bersabarlah…
Sepahit apapun getir kehidupan yang kau rasa
Sesakit apapun luka yang kau derita
Sesusah apapun jalan yang kau telusuri
Tegarlah, seperti karang di lautan yang tak tergoyahkan riak gelombang

Kak, bersabarlah…
Aku disini, disampingmu kan menghapus air matamu
Aku disini, menemanimu mengusir sepimu
Aku disini, senantiasa menjaga bintang-bintangmu
Aku disini, selalu menjadi dermaga jiwamu

Kak, bersabarlah…
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya
Tapi awal perjalanan kakak tuk merangkai cerita baru
Kesedihan bukanlah gundukan tanah yang akan mengubur hatimu
Tapi perkasa langit yang akan menjunjung hatimu

Kak, bersabarlah…
Tak perlu kakak takut…
Cengkramlah congkaknya mataharimu dalam genggaman teduhnya rembulanmu
Meski bintang-bintangmu telah terkoyak bersama luka deritamu
Kelak, dirinya kan bersujud menangis tak bisa mengurai air matanya

Kak, bersabarlah…
Tak perlu kakak risau…
Yakinlah, suatu ketika akan kau temukan bersama takdirnya Tuhan
Dalam dekapan kedamaian dan cinta kasihNYA…

Stonen Timur,19 juni 08,Semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Jengah

Juni 16, 2008

jengahku pada malam; leburkanbara, meluap dadaku
hancurlah binasa,hancurlah…!!!
sampah nurani picikkan pikiran
tusuk aku, bunuh aku;
belati beracunmu dalam jantungku…Sepiku!!!
aku terbalik tertukar antara sadar dan gilaku,
pada kosong..!!
tak berartikah bila hanya titik dan koma,
rangkai bahasa senyapku

pendrikan lor,28 mei 2008,semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Cukuplah Sudah

Juni 16, 2008

jangankan bercakap…!!!
Menyapapun kuragu,nanti malah terbelit lidahku
Cukuplah langkahku memberi tahu, tak perlu sampai jabat tanganku
Biarlah kehendakku yang bergejolak, tak perlu tubuhku harus berontak

Jangankan mengadu…!!!
bicarapun enggan, nanti malah luka kemudian
cukuplah sepiku yang berucap, tak perlu sampai salamku mengungkap
biarlah mataku yang berujar, tak perlu kupaksa itu benar

Tidak bercakap…!!! Tidak pula mengadu..!!
Karena aku lebih baik bisu, nyanyikan harmoni memetik dawai sendu
sekalipun detak nadi hentikan denyut jantungku
aku tetap ingin diam….
Tidak bercakap..!!! tidak pula mengadu…!!!

Pendrikan lor, 06 juni 08,semarang

dilarang copy paste bung...!!!


Berharap Kembali

Juni 13, 2008

Hanya untuk yang terindah
Di istana jiwaku

Bulan bergumul mega-mega rindu
Tak sampai terhempas aku
Terhisap sepi memangut sesalku
Tak juga malamku sampaikan padamu
Tentang harapku ingin mengukir silamku
Hingga lusuh jiwaku semakin pekat
Sementara pisau-pisau telah menyalibku
Dengan kemurnian cintaku ingin menjagamu kembali

Sepanjang perjalanan sunyi telah terlewati, sejak jejak di tapak kenangan hilang terhempas debu deritaku. Di gubuk penuh pengharapan sering ku terdiam, bisu…tuli… begitulah inginku jika sunyi sedang mencumbui jiwaku, lembut membelai hatiku. Sampai saat ketika lara terasa amat nikmat dengan setetes air mata penyesalan, lalu tubuh terasa seperti Kristal yang membeku olehnya, oleh air mataku.

Hingga disetiap dinding jiwaku aku pahatkan satu ucap tulus bahwa “Aku masih tetap mengingatmu, masih tetap menjaga cintamu”, bahkan disetiap bebatuan yang kujumpai sepanjang perjalanan sunyi itu. Rerumputan dan ilalang pun tahu bahwa “aku masih tetap mencintaimu, sebagaimana dahulu”, karena sebelum senja berpulang aku selalu bercerita pada rumput dan ilalangku. Mungkin engkau tak pernah percaya tentang itu, bahkan mungkin engkau telah mengira kalau “aku telah mengubur cinta ini”. Tapi tidak…!!! Benih cinta ini tetap tumbuh berbunga di taman jiwaku, tetap aku jaga di sepanjang nafasku terhela.

Di tepi tempat perasinganku, jauh engkau di masa silamku tak terjangkau, hanya pada mimpi sering sampai, hanya sepi kau sering menyapaku. Sampai pagi mengusir aku tersadar bahwa aku telah kehilanganmu, sadar kalau aku merindu candamu dahulu. Selama nafas ini masih kuhela, selamanya pula kuiingin tetap bisa mencintaimu, walau aku tahu sudah ada cinta lain yang menjagamu.Lalu haruskah aku meminta restu langit untuk meyakinkanmu kembali. Ataukah aku harus memohon pada dewa sunyi untuk sampaikan satu ucap padamu, satu ucap yang berkata bahwa “aku merindu dirimu, mengharap kau mau merajut masa lalu kita lagi, meneruskan cerita cinta kita yang dulu pernah bersemai diantara celah jiwa kita”.

Hanya harapku yang selama ini selalu kujaga bersama cintamu, hanya maafku yang selalu ingin aku mohon padamu, dan hanya cintaku tulus ingin kuberikan untukmu. Semoga engkau masih menyisakan celah di hatimu untukku, semoga maafmu masih tersisa bagiku, dan semoga ini berakhir dengan bahagia. Sekarang atau esok nanti aku tetap mencintaimu, aku tetap masih berharap kita bisa menyatu lagi dalam satu cinta yang utuh di hati kita.

Yang mengharapmu kembali

dilarang copy paste bung...!!!


Naskah Malam

Juni 11, 2008

Dimana dewa kulahirkan kata
Diam masih kupetik melodi hati
Sunyi lebih terdengar denting
Namun masih saja…
Aku merancang naskah malam

Mataku kuletak melukis wajah silam
Kulihat hangusnya jiwa masih mengepul api
Hingga arangnya jadi abu bertebaran debu
Disebar di pinggir pantai mengantar kematian cinta

Menjadi berkeping-keping rasanya tumpukan kenangan
Hilang terbayang bayang dalam doa penantian
Dalam ukiran sepi yang memahat hati
Yang selalu tertulis dalam setiap naskah malam
Naskah yang tek pernah usai…..

Pendrikan lor, 08 juni 08, semarang

dilarang copy paste bung...!!!