( I )
Bukankah engkau tahu??
Aku api…!!
Aku bara..!!
Jangan nyalakan aku jika terang bercahaya
Karena kau tak perlu
Karena kau tak peduli
Karena aku lebih suka gelapku
Dari pada terangmu
( II )
Apa artimu punya gelap
Kau mendesah keluh
Saat matamu tak bisa membaca ruang
Saaat telingamu tuli dan dungu suara
Saat tanganmu tak berupa, tak meraba
Dalam gelap..!!!
Apa maknamu punya terang
Kau seenak hati menjejak kaki tak syukuri
Lupakan ada bertahta tuan disana
Ucapmu “ aku punya segala ” kulakukan yang kumau
Ingatlah kau lahir tak punya apa-apa
Pun juga tiadamu nanti
( III )
Angkuhmu benci pada gelapku
Sorakmu bicara memuja terangmu
Lalu apa..??
Apa maumu..??
Toh nanti juga kau akan tinggal bersama gelapku
Di liang kubur ahir persinggahanmu
Dalam ketakutan raungan suara malaikat “Munkar-Nankir”


















Juli 8, 2008 pukul 10:04 |
waw….q cka bgt yg ini …sxian bnyak yg u pnya…
pkokna krens bgt!!!!!hiii
Agustus 8, 2008 pukul 18:17 |
Hufft daleem banggett…
April 26, 2009 pukul 17:02 |
bagus puisinya…