Sudah ku ambil setengah nyawa
Setengah pula telah kucuri imajinasi
Tapi tetap tak dapat melengkapi
Keadaan kosong sajak yang bernyanyi
Sebab dadaku kering kerontang
Maka kubasuh kata dari langit
Hingga berlumur kalimat berceloteh
Tapi entah…???
Sajak itu tetap bernyayi tak bertutur
Kufikir sesak seakan penat jemu
Tak bersisa ruang tempat berhayal
Sekalipun aku berkelana susuri benakku
Hanya akan tampak Seperti pagi
Di pelupuk senja
Dan tetap saja sajak itu terus bernyanyi

















