* Andaikata aku dapat selalu berdiri melihat embun pagi mentes , di dedaunan rerumputan menghijau , bila mungkin pula aku bisa , kan kudekap peluk erat tak rela kulepas pagiku ,sadarkan lelap mimpiku begitulah pertama kali pagi menyapa hariku ,mengajakku selalu tak lupa untuk mengawali hariku dengan seutas senyum pada kehidupan ,pula yang selalu mengingatkan aku tuk bilang “ Selamat pagi “
* Ada setetes embun di pelupuk matamu , diterpa sinar ,mengilaukan meluruhkan tiap kepastian menjadi keraguan ,diantara puing kehancuran kau taburkan serpihan asa untuk kau lebur segalanya .Dan pagi ini adalah saksinya …..


















Desember 6, 2007 pukul 08:46 |
Andaikata aku dapat selalu berdiri melihat embun pagi mentes , di dedaunan rerumputan menghijau , bila mungkin pula aku bisa , kan kudekap peluk erat tak rela kulepas pagiku ,sadarkan lelap mimpiku begitulah pertama kali pagi menyapa hariku ,mengajakku selalu tak lupa untuk mengawali hariku dengan seutas senyum pada kehidupan ,pula yang selalu mengingatkan aku tuk bilang “ Selamat pagi “
Ada setetes embun di pelupuk matamu , diterpa sinar ,mengilaukan meluruhkan tiap kepastian menjadi keraguan ,diantara puing kehancuran kau taburkan serpihan asa untuk kau lebur segalanya .Dan pagi ini adalah saksinya …..
Juni 13, 2008 pukul 17:09 |
Aq suka dgan puisì2x ,sngat mxetuh jw .Mga trus bs maju.
Juni 14, 2008 pukul 10:33 |
pntr jg lu…
nysel gw mlz bk web lu kmrn
bwtin puisi cnt donk bwt cow gw
yg spesial gt N jgn dKsh lht ke org lain
key…
CU
September 6, 2009 pukul 06:04 |
hahahha.. rahasia ya tuh puisi….