ku ingini

Februari 3, 2010

ku ingin yang dulu
anggun merias aura langkahmu
pesona yang mampu mengalihkan wajahku
cahaya putih yang menembus dinding hati
rasa menghujam penuh misteri

ku ingin saat itu
waktu kudengar detak jantung kita menari seiringan
saat aku hidup dalam nikmatnya siksa kerinduan
dan bila lelap menghalau doaku besok agar segera bertemu
hingga saat kutatap rautmu tak kan kulepas pandangku
tak kan kulepas genggam jemariku

ku ingin itu semua
harap agar ada saat ini dalam hariku
di saat rasa mengancam akan membunuh
di saat rapuh hatiku seperti lapuk ranting tua

ah, tapi mungkin tetap saja
rasa akan terus mengancam


Maaf, aku menjauh

Februari 2, 2010

bibir sudah seperti terkunci oleh langit
jangan kau tanyakan kembali
lara yang merenggang hingga sukma
hingga waktu berhenti

selebihnya aku tak lagi peduli
maka, harap terima layaknya bumi yang bijak
tak perlu meminta dengan air matamu
yang mengolam meretak kemarau

munkin kita temukan kejora masing – masing
dan kosong yang membuatmu mengerti


Jenuh

Desember 30, 2009

diamku bukan berarti batu, bisu
acuhku, lebih terkesan biar engkau pahami
tak peduliku, biar engkau artikan agar terfikirkan
tak terabaikan ucapku sempat saat itu

mungkin aku ingini seperti ini
seperti anggapanmu aku ini batu
yang tak lagi bertanya
tentangmu ? kabarmu ?

harusnya kau sadari
aku jenuh..!

biar engkau pahami arti
biar kau selami dadaku


pagi yang pekat, bagi yang penat

Desember 16, 2009

suasana hitamnya hati
beraduk dalam pekatnya kopi setengah pahit
barisan kata yang menyergap
cerita semalam yang belum lengkap
pagiku seperti senja yang hampir berakhir


hayat-hikayat

Desember 8, 2009

aku yang kosong
ingin bebas
juga tak terbatas
walau aku tak kekal
biar aku akan termakan waktu
tua hingga mendebu pusara


Engganku

Desember 8, 2009

apakah enggan mencabik dusta bibir
yang masih bisa dan biasa
merayu cumbu bunga asmara
memuja dan puji setara tinggi sehingga tujuh lapis

atau juga entah
bosan terhambur jenuh setiap lengah waktu
kosong pikiran tak menempat hati yang bercampur

rasa pada awalnya manis memabukkan seperti secawan anggur
tapi tak jelas kini ?
kurasa telah kusam, menyudutkan jiwa yang harap
agar dimengerti
tak sekedar dicintai

apakah enggan kini ?
atau jenuh yang membunuh


Janji Kosong

November 14, 2009

cinta tak lebih terkesan
tertambat bila
seandai semusim jiwa yang membenih
dapat tumbuh membuah

sekedar ucapkah seperti semudah meludah
terkadang lupa mengingkar sumpah
padahal berulang tak sekali
namun tertunduk diam saat langkah terbukti

jelas salah …!
tapi, masih jua bisa berkata semacam sebenarya
tak ingatkah ketika cumbu bibir berucap
merayu berjanji agar tak mengulang

janji…
yang kosong

apakah masih ada cinta seindah
cinta yang berkesan
bila janji seperti semudah sumpah teringkari

biar aku diam saja
dan engkau pikir kembali
ucapmu

bangsri, 12 Nopember 2009


sepintas tentang dulu

Oktober 4, 2009

sosokmu dalam sebingkai memori terkenang
terlihat engkau tetap angkuh dari sorot pancarmu
senyum yang tersembunyi lara dibaiknya
selintas mengingat dulu engkau sempat jadi yang indah

kadang sesekali bayangan ingin menemuimu
sejenak
tapi terpupus karena hilang sudah aku kubur bernisan
karena bukan saatnya, kita sudah jauh berbeda
dari dulu hati saling mengenal
dan beranjak lekas menjauh langkah

wajahmu yang tergurat masih indah
tak berubah walau sejengkal jarak tak merekat waktu kita
masih tetap terlihat angkuhmu
masih tetap terlihat pesona acuhmu


Apakah Kita ?

Agustus 29, 2009

Apakah kita ini korban ?
Dari waktu arahkan laju jiwa, menjadikanya nampak seperti tersesat
Kebingungan
tak mengujung pucuk tiang harapan pasti,
menjebak keinginan tiada bebas, selalu terbeban

ini kuartikan benar
tapi itu engkau artikan beda
tak pernah sama apa sebenar benar yang kita mau
apa emang kita tak mampu menyatu asa
atau emang tak berkehandak tuhan atas kita ?

aku mungkin sudah kian terjenuh
juga engkau

apa kita emang tak terizinkan
atas indah cinta yang ingin saling kita rasa

bangsri, 27 agustus 2009


Akhir kisah kita

Agustus 29, 2009

Setelah berkali aku tanyakan ?
Pilih mana ?
Jalan yang bercabang, barat atau kau ke timur

Entah ….
Itu jawabmu sehabis diammu sejenak,
Kau pandangi aku sedalam
Dengan mata samar berkaca, dan raut serasa takut kehilangan

Malam ini,
Engkau gores seperti belati menikam
Kau patahkan lagi,
Semangat yang belum sepulih semula

Maafkan aku, sayank
Aku tak bisa,
Menerima separuh rasamu masih terbagi yang lain

Aku akan membunuh rasaku ini saja
Biar sesulit kusakit sendiri, biar,….!!!

Maafkan aku, perempuanku
Aku akan tinggalkanmu
Hiduplah saja kau denganya

Tahunan, 12 agustus 2009